Prosedur yang digunakan untuk menyiapkan data untuk tabel beban kisi-kisi batang logam.
***Dokumen referensi “MBG534-12” MANUAL DESAIN TEKNIK KISI BATANG LOGAM”
Tabel beban kisi-kisi batang merupakan alat desain teknik penting yang merangkum kapasitas daya dukung beban aman dari panel kisi-kisi. Bagi para insinyur dan perancang, berkonsultasi dengan tabel yang akurat—termasuk versi khusus untuk tabel beban kisi-kisi tugas berat atau material spesifik seperti tabel beban kisi-kisi batang baja—sangat penting untuk memilih produk yang aman dan sesuai secara struktural. Data dalam tabel ini diperoleh dari penerapan ketat rumus teknik dan sifat material yang telah ditetapkan, seperti yang diuraikan dalam prosedur perhitungan di bawah ini.
a = panjang beban merata terdistribusi sebagian atau beban kendaraan, sejajar dengan batang penahan beban, inci.
b = ketebalan batang penahan persegi panjang, inci.
c = lebar beban merata terdistribusi sebagian atau beban kendaraan, tegak lurus terhadap batang penahan beban, inci.
d = kedalaman batang penahan persegi panjang, inci.
AC= jarak antara pusat batang utama, kisi-kisi yang dipaku, inci.
AR= jarak antar muka antara batang penahan pada kisi-kisi yang dipaku, inci.
Aw= jarak pusat ke pusat antara batang penahan beban pada kisi-kisi yang dilas dan dikunci dengan tekanan, inci.
C = beban terpusat di tengah bentang, pfw
DC= defleksi akibat beban terpusat, inci.
Dkamu= defleksi akibat beban seragam, inci.
E = modulus elastisitas, psi
F = tegangan yang diizinkan, psi
I = momen inersia, dalam satuan4
SAYAH20= momen inersia kisi-kisi di bawah beban H2O, dalam4
SAYAB= I dari batang penahan, di4
SAYAg= I kisi-kisi per kaki lebar, dalam4
SAYAN= momen inersia hidung, dalam4
K = jumlah batang per kaki lebar kisi-kisi, 12"/Aw
L = bentang bersih kisi-kisi, inci (ditopang sederhana)
M = momen lentur, lb-in
Mb = M maksimum dari batang penahan beban, lb-in
Mg = M maksimum kisi per kaki lebar, lb-in
N = jumlah batang penahan beban pada kisi-kisi yang diasumsikan menahan beban
NbH20 = jumlah batang penahan utama di bawah beban H20
NcH20 = jumlah batang penghubung penahan beban H20
Pb = beban per batang, lb
Pu = beban seragam terdistribusi parsial total, lb
PuH20 = beban roda, H20, lb
Pw = beban roda, lb
S = modulus penampang, dalam satuan3
Sb = S dari batang penahan beban, dalam3
Sg = S dari kisi per kaki lebar, dalam3
SH20b = modulus penampang di bagian bawah kisi-kisi di bawah beban H20, dalam3
Sn = modulus penampang hidung, dalam3
U = beban seragam, psf
inci = inci
kaki = kaki
Ib = pon
lb-in = pon-inci
pfw = pon per kaki lebar kisi-kisi
psf = pon per kaki persegi
psi = pon per inci persegi
1. Jumlah batang penahan beban per kaki lebar untuk kisi-kisi las
K = 12/AW
2. Modulus penampang batang penahan persegi panjang
SB= bd2/6 inci3
3. Modulus penampang kisi per kaki lebar
Sg= Kbd2/6 inci3= KSB in3
4. Modulus penampang yang dibutuhkan untuk momen dan tegangan izin yang diberikan
S = L/P dalam3
5. Momen inersia batang penahan persegi panjang
SAYAB= bd3/12 inci4= SBd/2 inci4
6. Momen inersia kisi per kaki lebar
SAYAg= Kbd3/12 inci4= KlB in4
7. Momen lentur untuk tegangan izin dan modulus penampang yang diberikan
M = SF Ib-in
Rumus-rumus berikut ini berlaku untuk balok yang ditopang sederhana dengan momen dan defleksi maksimum terjadi di tengah bentang.
8. Momen lentur maksimum di bawah beban terpusat
M = CL/4 lb-in per kaki lebar kisi-kisi
9. Beban terpusat untuk menghasilkan momen lentur maksimum
C = 4M/L lb per kaki lebar kisi-kisi
10. Momen lentur maksimum di bawah beban merata
M = UL2/(8 x 12) = UL2/96 lb-in per kaki lebar kisi-kisi
11. Beban merata untuk menghasilkan momen lentur maksimum
U = 96 juta/L2psf
12. Momen lentur maksimum akibat beban merata terdistribusi sebagian
M = Pkamu(2L - a)/8 lb-in
13. Lendutan maksimum di bawah beban terpusat
DC= CL3/48EIg in4.
14. Momen inersia untuk defleksi tertentu di bawah beban terpusat
Ig = CL3/48EDc in4
15. Lendutan maksimum di bawah beban seragam
Dkamu= 5UL4/(384 x 12Elg) = 5UL4/4608EIgdi dalam.
16. Momen inersia untuk defleksi tertentu di bawah beban seragam
Ig = 5UL4/4608EDu di4
17. Lendutan maksimum di bawah beban seragam terdistribusi sebagian
Dkamu= Pkamu((a/2)3+ L3- A2L/2)/48ElBN inci.
Kemampuan menahan beban yang terkonsentrasi di bagian tengah bentang dan beban yang seragam dari W-19-4 (1-1/2 x 3/16) yang dilas
A1011 CS Tipe B karbonkisi-kisi bajadan lendutan tengah bentang yang sesuai akan dihitung.
Tegangan yang diizinkan, F = 18.000 psi
Modulus elastisitas, E = 29.000.000 psi
Bentang, L = 54 inci.
Jarak antar batang penahan beban, Aw= 1,1875 inci.
Jumlah batang penahan beban per kaki lebar
K = 12/Aw= 12/1,1875 = 10,105
Modulus penampang kisi per kaki lebar
Sg= Kbd2/6 = 10.105 x 0.1875 (1.5)2/6 = 0,711 inci3
Momen inersia kisi per kaki lebar
SAYAg= Kbd3/12 = 10.105 x 0.1875 (1 .5)3/12 = 0,533 inci4
Momen lentur maksimum untuk kisi-kisi per kaki lebar
Mg= FSg= 18.000 x 0,711 = 12.800 lb-in
Beban, C = 4Mg/L = 4 x 12.800/54 = 948 pfw
Defl, DC= CL3/48Elg= 948 x (54)3/(48 x 29.000.000 x 0,533) = 0,201 inci.
Beban, U = 96Mg /L2= 96 x 12.800/(54)2= 421 psf
Defl, Dkamu= 5UL4/4608Elg= 5 x 421 x (54)4/(4608 x 29.000.000 x 0,533) = 0,251 inci.
Beban Terkonsentrasi di Tengah Bentang per kaki lebar Beban Merata per kaki persegi